Windows Live Messenger + Facebook

Senin, 19 November 2012

Pendidikan Agama Kristen Bagi Remaja.



Pendidikan Agama Kristen Bagi Remaja.
A.    Signifikasi Pelayanan PAK.
Ada berbagai batasan usia tentang remaja. Istilah yang biasanya dipakai dalam istilah psikologi perkembangan adalah “adolescense” yang dimulai kira-kira pada usia 12 tahun sampai 18 tahun. Untuk masa adolescense ini dibagi lagi menjadi  dua yaitu:

  • Early adolescense (Remaja awal) 12-15 tahun. 
  •  Middle adolescense (Remaja Madya) 16-18 tahun.

Oleh karena pada umumnya yang berusia 12-15 tahun ini berada pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan yang berusia 15-18 tahun biasanya berada di Sekolah Menengah Atas (SMA). Menurut Wayne Race ada sekurang-kurangnya 4 signifikasi khusus dalam pelayanan gereja terhadap remaja atau mengapa gereja perlu memberikan pelayanan kepada remaja menurut Wayne Rice.
1.      Masa Remaja Adalah Masa Transisi.
Masa remaja adalah masa yang amat meresahkan di dalam kehidupan seseorang. Pada masa puberitas seseorang mengalami perubahan, baik secara fisik dan perubahan-perubahan yang lain dari masa anak-anak menuju masa remaja. Setiap orang pasti mengalami masa ini dan hal ini sangatlah normal. Misalnya, seorang remaja dengan mudahnya berubah dalam waktu yang singkat, tiba-tiba senang atau susah, tiba-tiba semangat lalu berubah menjadi tidak semangat. Dia dapat mengalami sebuah defresi yang begitu hebat karena berbagai perubahan yang dialaminya drastis dalam hal fisik. Oleh sebab itu, bagi seorang pemimpin remaja harus selalu ingat bahwa apa yang tidak normal. Bagi beberapa remaja, perubahan-perubahan itu tidak terlalu meresahkan dan juga tidak terlalu meresahkan mereka.
Menurut Erik Erikson, justru pada masa remajalah seseorang individu mulai melihat atau menyadari akan dirinya sendiri, mempunyai masa lalu dan masa depan yang secara eksklusif merupakan dirinya sendiri. Masa remaja adalah masa di mana seseorang membuat kenangan dan antisipasi tentang masa depan. Suatu masa di mana seorang individu mencari identitas yang khusus. Pencarian ini terdiri dari suatu rasa kesadaran tentang keunikan pribadi, yang berusaha memiliki pengalaman yang berkesinambungan dan solidaritas dengan ideal-ideal kelompok. Pada masa inilah seorang anak mencoba meninggalkan hal-hal yang kekanak-kanakan dalam usahanya untuk menjadi seorang dengan identitas yang unik.
2.      Masa Remaja Adalah Masa Bertanya.
Pada masa ini remaja mengalami perkembangan dalam kognitifnya. Umumnya mereka mulai mempertanyakan banyak hal yang sudah diajarkan kepada mereka. Banyak sekali mitos-mitos masa kanak-kanak yang diragukan pada waktu mereka menemukan cara-cara baru dalam hal memandang realitas. Mereka tidak lagi percaya pada semya hal yang pernah dikatakan atau diajarkan, baik dari orang tua maupun guru mereka sebagai hal yang besar. Mereka ingin mengerti bagi diri mereka sendiri. Maka itu tidak jarang apabila banyak remaja menolak sebagian atau bahkan seluruh nilai-nilai dan kepercayaan yang dipelajari atau didapatkan semasa anak-anak. Hal ini akan berlangsung terus hingga ia mempunyai hingga ia mendapatkan kepastian bahwa kepastian bahwa nilai-nilai serta kepercayaan tadi mempunyai kedewasaan.
3.      Masa Remaja Adalah Masa Keterbukaan.
Salah satu keuntungan dari bekerja atau melayani remaja adalah bahwa pada masa ini remaja sangat terbuka terhadap hal-hal atau ide-ide serta bimbingan. Bagi kebanyakan remaja, usaha untuk mencari atau mendapatkan identitas baru merupakan suatu proses yang penuh dengan coba-coba, yang mengakibatkan karakteristik mereka sukar ditebak. Mereka akan menerima suatu hal pada suatu kesempatan, namun pada lain kesempatan mereka menolaknya sama sekali.
 4.      Masa Remaja Adalah Masa Mengambil Keputusan.
 Erik Erikson berpendapat bahwa remaja awal yang berkisar antara 12-15 tahun belum benar-benar siap untuk berpegang pada idola akhir atau ideal-ideal yang akan menjadi pembimbing untuk sesuatu identitas akhir mereka. Yang paling penting adalah bahwa remaja akan membuat sejumlah keputusan dan komitmen. Beberapa di antaranya mungkin bertahan lama. Namun, apabila keputusan mereka akan menjadi sesuatu yang berarti, keputusan mereka tersebut haruslah merupakan akibat dari proses pemahaman dan pengujiannya sendiri. Mereka membuat sejumlah besar keputusan yang tidak dewasa, namun dengan melakukan hal itu mereka merasa atau memenuhi diri sendiri. Usaha mereka untuk mencari kebebasan menyebabkan mereka membuat sebanyak mungkin keputusan yang dapat membimbing kehidupan mereka.
Dalam hal inilah kita dapat melihat bahwa masa remaja memberikan kepada kita suatu kesempatan yang luas dan istimewa untuk melakukan pelayanan didalam gereja. Karena pada masa inilah begitu banyak pilihan dipertimbangkan, perubahan dilakukan, dab kehidupan dibentuk. Pemikiran yang masih muda dan iman yang sedang tumbuh mempunyai sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang jujur. Anak-anak remaja ini sedang berusaha membangun diri sendiri sebagai individu yang layak untuk menerima kasih Allah.
B.     Kualifikasi Pemimpin Remaja.
Seorang pemimpin PAK Remaja harus mempunyai kesabaran, ketrampilan, semangat, dan teknik yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai pemimpin remaja, maka dalam hal-hal lain yang akan kita kerjakan akan berhasil. Peranan orang yang akan melayani remaja tidak dapat dianggap remeh.
Kualifikasi yang paling mendasar adalah “kedewasaan Spiritual”. Bagaimanapun juga orang mengambil suatu tanggung jawab tertentu dalam gereja, seharusnya mempunyai kedewasaan spiritual. Demikian juga bagi remaja, ia membutuhkan seorang pemimpin yang sekaligus menjadi teladan. Kalau pemimpin remaja belum mempunyai kedewasaan spiritual, maka sulitlah baginya untuk menjadi tokoh teladan bagi para remaja. Selain itu, ada tiga hal kualifikasi lain yang diperlukan bagi seorang pemimpin remaja menurut rice, yaitu:
1.      Harus Mampu Mengidentifikasikan Kebutuhan, Masalah, dan Perasaan Remaja.
Kualifikasi yang pertama bagi seorang pemimpin remaja adalah kemampuannya untuk mengidentifikasikan dirinya dengan remaja. Ada beberapa cara yang dapat menolong kita untuk memahami dan mengidentifikasi remaja, antara lain:
a. Ingatan kita perlu diaktifkan kembali. Artinya bahwa kita berusaha mengingat masa remaja dulu. Ingatan kita dapat menjadi sebuah sumber yang sangat penting.
b. Berada di tengah-tengah remaja. Jika ingatan kita kurang bekerja sama dengan   kita, maka kita harus berusaha untuk bergaul dengan mereka karena dengan semakin lama kita bergaul dengan mereka, maka semakin mudah bagi kita untuk mengidentifikasikan diri dengan mereka.
c. kita perlu berusaha untuk menemui orang-orang yang mengetahui masa remaja kita dengan baik. Orang yang paling mengetahui masa remaja kita dengan baik adalah orang tua kita sendiri. Orang tua sendirilah yang dapat menjadi nara sumber yang sangat penting untuk mengingatkan masa remaja kita. Dengan demikian, dapat mempermudahkan kita untuk mengidentifikasi diri dengan remaja.
d. membaca sebanyak mungkin buku-buku tentang remaja, terutama dari sudut teori perkembangan yang sekarang ini banyak sekali tersedia. Buku-buku tersebut hasil-hasil penelitian. Dengan membaca, kemungkinan ingatan kita akan masa remaja kita sendiri akan lebih mudah kembali. Hal ini sangat menolong para pemimpin remaja agar sanggup mengidentifikasikan karakteristik remaja, baik, minat, kebutuhan, maupun permasalahannya dan tanpa ini akan menjadi sulit bagi pemimpin remaja.
2.      Pemimpin Adalah Orang Yang Bisa Menyukai Remaja.
 Suatu penelitian yang pernah dibuat oleh seorang pakar atau ahli dalam bidang pelayanan remaja menyatakan bahwa salah satu hal yang ada dalam pikiran para remaja yang sangat kuat adalah keinginan untuk disukai dan diterima oleh pihak lain, baik sesama remaja atau oleh orang dewasa. Seorang pemimpin remaja seharusnya adalah seorang benar-benar menyukai remaja. Hal ini harus dianggap sebagai suatu yang perlu bagi seorang pemimpin remaja yang berharap bahwa pelayannya kepada remaja merupakan suatu yang produktif.
Selain menyukai remaja seorang pemimpin remaja hari mengembangkan atau membangun sebuah persahabatan dengan remaja secara individual. Seorang jangan sekali-kali melupakan nama remaja, karena hal itu dapat merusak hubungan dengan remaja tersebut. Namun, usahakanlah untuk mengetahui apa yang remaja tersebut sukai dan tidak di sukai, minat dan perhatiannya. Usahakanlah untuk menunjukan kepada mereka kalau kita itu tulus tanpa kepura-puraan.
3.      Memberi Waktu Yang Cukup.
Untuk melakukan pelayanan yang baik terhadap remaja dibutuhkan waktu yang cukup, karena itu seorang pemimpin remaja adalah orang yang dapat memberikan waktu yang cukup. Waktu adalah faktor yang paling penting dalam keefektifan dan potensial dari seorang pelayan remaja didalam gereja atau dimanapun berada, dan tuntutan waktu dapat saja membuat pelayan remaja kurang bersemangat.
4.      Carilah Bantuan Bilamana Diperlukan.
Pelayanan kepada remaja menuntut banyak hal dari pemimpin atau pelayanan remaja, bukan saja waktu tetapi kreativitas. Namun tentu saja tugas itu tidak perlu dilakukan sendiri. Bantuan sangat diperlukan oleh pemimpin remaja, berikut adalah beberapa petunjuk yang diperlukan:
a.       Mahasiswa/i cukup untuk menjadi seorang pemimpin remaja karena usia mereka sudah agak jauh di atas mereka. Jadi sudah lebih matang, dewasa, dan dapat diandalkan untuk dapat memimpin remaja.
b.      Para profesional pada bidang pendidikan (guru), konselor, dan profesi lain juga sangat cocok untuk menjadi pemimpin remaja.
5.      Pemimpin Remaja Berperan Sebagai Model.
Siapapun yang menjadi pemimpin remaja, maka ia harus menempatkan dirinya sebagai model. Remaja sedang dalam proses meninggalkan masa kanak-kanak menuju masa dewasa, karena itu membutuhkan model orang dewasa. Jadi pemimpin jangan berprilaku sebagai remaja karena mereka membutuhkan model orang dewasa. Jadi sebagai pemimpin atau perlayan remaja menunjukan sikap dewasa agar mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi pola yang bisa mereka tiru.
C.    Karakteristik Remaja.
Ada beberapa ciri yang membedakan remaja dengan kelompok usia yang lain dan dapat dibagi dalam lima bidang perkembangan, yaitu fisik, sosial, mental, emosi, dan spiritual.
1.      Perkembangan Fisik Remaja.
Perkembangan fisik remaja dapat dibagi menjadi:
a.      Masa Remaja Adalah Masa Pubertas.
Ada ahli yang mengatakan bahwa pubertas merupakan perubahan yang paling dramatik setelah masa kelahiran, tetapi ia berbeda dengan masa kelahiran. Ciri fisik yang paling penting dari remaja adalah bahwa mereka sedang mengalami pubertas. Tubuh mereka sedang mengalami perubahan-perubahan yang besar dan itu hanya terjadi sekali dalam hidup seseorang. Anak diubah menjadi dewasa pada masa remaja.

b.      Adanya Kesadaran Yang Baru Terhadap Tubuh.
Dengan terjadinya pubertas, maka datanglah pula suatu kesadaran baru akan tubuhnya. Biasanya remaja sangat memperhatikan bagaimana penampilan fisiknya, apakah ia sudah cukup menarik dan kelihatannya baik.
c.       Pencampuradukan Hal-hal Yang Bersifat Biologis-Spiritual.
Masa remaja adalah masa di mana secara kuat dirasakan desakan atau dorongan dan perasaan seksual yang baru selama pubertas dan hal ini dapat menjadi sumber ketakutan dan rasa bersalah yang tidak perlu. Mimpi basah, masturbasi, atau ereksi adalah tanda-tanda yang umum dari seksualitas yang bertumbuh.
d.      Mengacaukan Hal yang Fisik Dengan yang Spiritual.
Masa remaja dapat menjadi suatu masa di mana spiritual terjadi kemerosotan, karena banyak remaja yang menganggap bahwa masalah fisik mereka juga merupakan masalah spiritual. Misalnya saja seorang remaja yang malas mengatur tempat tidurnya, tidak rapi, malas ikut kegiatan gereja, dan sebagainya akan merasa bahwa secara iman mereka mengalami kemerosotan.
2.      Perkembangan Sosial
Pada masa remaja terjadi perkembangan dalam kesadaran dan kedewasaan sosial yang sejajar dengan apa yang terjadi dalam perubahan-perubahan fisik. Hubungan-hubungan dengan teman sebaya sangat penting bagi remaja. Pada awalnya mereka membutuhkan teman bermain, tetapi pada usia remaja mereka mulai mencari persahabatan yang lebih berarti. Teman merupakan hal yang paling berarti bagi remaja, dan mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya, yang mau mendengarkan dan mau memahami perasaan.
3.      Perkembangan Mental Remaja.
Pada saat remaja mengalami perubahan-perubahan di bidang fisik dan sosial, maka remaja juga mengalami perubahan dalam bidang intelektual yang menarik sekaligus mengganggu. Pada perbedaan struktural yang mendasar pada remajalah seorang mulai mengembangkan pemikiran menuju kedewasaan. Remaja mengembangkan kemampuan kemampuan mereka bernalar secara lebih logis, berfikir secara konseptual dan berpindah kesuatu abstraksi ke abstraksi yang lain. Remaja juga dapat menduga dengan banyak kemungkinan akibat dari apa yang ingin dilakukan. Remaja dapat menyimpan banyak hal didalam benaknya, serta dapat membiarkan keputusan dan jawaban.
4.      Perkembangan Emosional Remaja.
Remaja sangatlah emosional bila dibandingkan dengan orang dewasa. Emosi mereka sama sekali tidak terduga dan sangat kuat. Mereka begitu bergairah pada suatu saat, tetapi dapat berubah menjadi tidak bergairah sesudah itu. Hal ini terjadi tanpa alasan yang jelas.
5.      Perkembangan Spiritual Remaja.
Perkembangan spiritual remaja adalah hal yang penting untuk memahami bahwa dimensi spiritual dalam kehidupan seorang remaja tidak dapat dipisahkan dari aspek kehidupannya. Iman seseorang menyentuh semua aspek kehidupannya baik fisik, sosial, mental, maka perubahan ini akan mempengaruhi kehidupan spiritualnya. Tujuannya adalah untuk mengkonsentrasikan diri pada bidang persoalan remaja dan menawarkan bebarapa bimbingan yang dapat membantu kita dalam memaksimalkan pelayanan kepada remaja.
 
Laporan Hasil Wawancara
Topik                         : Pelayanan Kategorial Pemuda.
Narasumber               : Vik. Neny Mulyati, S.Th. "seorang Vikaris jemaat GKE
  Pangkoh, sebagai seorang pembina dan sekaligus sebagai
  pemimpin SPP jemaat GKE Pangkoh".
            Waktu                          : Rabu, 23 Mei 201 Melalui via telpon, Pukul 17:00 WITA.
            Hasil wawancara          :
Saya                : Apa saja aktivitas kegiatan yang disukai oleh peserta dalam
  kategorial yang Anda pimpin?
Vikaris Neny    : Dalam kebaktian biasanya kami melakukan games, refleksi,
   meditasi, mereka sangat suka, kalau dalam kegiatan sehari-hari  
   mereka diajak untuk usaha dana dan mereka sangat menikmati 
   aktivitas kegiatan tersebut.
Saya                 : Apa saja aktivitas yang paling Anda minati dalam melayani
   kategorial Anda?
Vikaris Neny    : Yang kakak senangi yaitu membawa mereka kedalam meditasi.
Saya                 : Apa saja permasalahan terbesar yang terjadi dalam melayani kategorial
  Anda?
Vikaris Neny    : Ada, yaitu ada aliran gereja tertentu yang mau memikat pemuda dengan
  embel-embel di ajak ketempat-tempat rekreasi.
Saya                : Apakah kebutuhan (Anak, Remaja, Pemuda, Dewasa, Lansia) yang mendasar
  dalam kategorial yang Anda layani?
Vikaris Neny    : sepertinya mereka membutuhkan lebih-lebih lagi pengenalan akan Alkitab
tentang Firman Tuhan, karena mereka sangat jarang dan seperti tidak suka untuk membaca Alkitab.
Saya                : Bagaimana cara atau usul Anda menanggapi kebutuhan-kebutuhan tersebut
  agar dapat dipenuhi?
Vikaris Neny   : setiap kali ada pergumulan atau persoalan kakak bawa mereka untuk berdoa,
                          selain itu kakak bawa mereka berbicara dari hati-kehati, seperti pada awal-
                          awal ibadah mereka dulu suka pegang-pegang dan bermain handphone ketika
                          beribadah, tapi sekarang sudah ditegur dan mereka mau mendengarkan dan
                          tidak lagi pegang-pegang dan bermain handphone, dan dengan mereka
                          membaca Alkitab paling tidak 3 ayat, namun ada yang mau dan ada juga
                          sebagian yang mau.
  
Pengembangan Program
1.      Pendalaman Alkitab (PA)
Tujuan atau kompetensi          : Diharapkan mereka dapat mengerti dan tau pengenalan akan
 Alkitab tentang Firman Tuhan.
Subtansi                                  : Melatih mereka untuk lebih rajin membuka Alkitab.
Proses (metode atau media)    : Disajikan dalam pada waktu ibadah, remaja duduk melingkar,
  berkelompok.
Evaluasi                                   : Setelah selesai ibadah dapat ditanyakan apa-apa saja
 kesimpulan mengenai pendalaman Alkitab.
2.      Nonton Bareng
Tujuan atau kompetensi          : Diharapkan mereka dapat menjalin kebersamaan.
Subtansi                                 : tidak adanya pengelompokan-pengelompokan antara si kaya
dan si miskin.
Proses                                    : Disajikan dalam pada waktu senggang, remaja duduk kursi
jemaat, dan media yang digunakan adalah Monitor LCD.
Evaluasi                                   : Setelah dari penontonan drama tersebut mereka dapat
 mengambil makna dari film yang sedang diputar, misalnya
                                                 segi positif dan negatif dari pemeran film tersebut.

3.      Ibadah Kultural.
Tujuan atau Kompetensi         : Diharapkan agar mereka tau akan kebudayaan mereka.
Subtansi                                 : setelah melaksanakan ibadah mereka akan mencintai
kebudayaannya.
Proses atau Media                  : Dilakukan pada saat ibadah dengan menggunakan bahasa
daerah.
Evaluasi                                  : mereka dapat tau dan mengerti akan kebudayaan mereka yang
banyak, dan mereka akan menghargai kebudayaan mereka
tersebut.

Sumber Bacaan atau Daftar Pustaka:
Daniel Nuhamara, Daniel. 2008. PAK Remaja. Bandung: Jurnal Info Media,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar